TUGAS
MATA KULIAH ILMU ALAMIAH DASAR
FENOMENA ALAM SEKITAR
Disusun
dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar yang diampu oleh DR.
Kuswaji Dwi Priyono

Oleh ,
Nama : Agustina Rizki W
NIM : A210130017
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA
MAKALAH 1
Minggu, 13 Oktober 2013
( 19: 12 )
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini.
Makalah Geologi Rekayasa tentang “TSUNAMI” ini kami susun untuk memenuhi tugas
kelompok mata kuliah Geologi Rekayasa. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan
makalah ini masih banyak kekurangan dan memerlukan banyak perbaikan. Untuk itu
kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyempurnaan
makalah ini.
Pada
kesempatan ini, dengan tulus ikhlas kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak
selaku dosen pembimbing dalam pembuatan makalah ini, serta teman-teman yang
telah memberikan bantuan dan partisipasinya baik dalam bentuk moril maupun
materiil untuk keberhasilan dalam penyusunan makalah ini.
Kami
selaku penyusun berharap semoga makalah ini ada guna dan manfaatnya bagi para
pembaca. Amin.
Jambi, November 2012
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagian besar dari bumi adalah samudra atau lautan yang
dapat mendukung kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup di bumi, diantara
pulau-pulau yang terpisah satu dengan yang lainnya pasti dikelilingi oleh air.
Oleh karenanya pengetahuan mengenai ilmu geologi dan oceanografis tentang samudra
dan laut dianggap sangat vital guna kelangsungan hidup penghuninya termasuk
manusia.
Di jagat raya ini masih banyak
pengetahuan yang belum kita kuasai, termasuk pengetahuan mengenai bencana alam
yang ditimbulkan oleh gelombang pasang laut yang besar atau tsunami dan cara
memprediksinya. Dari hal ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ruang
lingkup ilmu kita masih sangat terbatas bila dibandingkan dengan luasnya jagat
raya. Ini juga merupakan bukti bahwa Allah Maha Besar, Maha Kuasa,Maha
Mengetahui atas segalanya dan kita tidak sepatutnya sombong dengan pengetahuan
kita yang sangat terbatas ini.
1. B. Rumusan Masalah
1) Apa
tsunami itu?
2)
Bagaimana terjadinya tsunami?
3)
Bagaimana dampak tsunami dan persiapan menghadapi tsunami?
1. C. Tujuan
1)
Mendeskripsikan apa tsunami itu.
2)
Mendeskripsikan terjadinya tsunami.
3)
Mendeskripsikan dampak tsunami dan persiapan menghadapi tsunami.
1. D. Manfaat Penulisan
Agar kita mengetahui lebih dalam
karakteristik dan mekanisme tsunami serta persiapan untuk menghadapi tsunami
baik dalam tahap waspada, persiapan, saat terjadi, dan setelah tsunami terjadi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Tsunami
Tsunami (berasal dari Bahasa Jepang:
Tsu = pelabuhan, Nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar
di pelabuhan”) yang artinya adalah perpindahan badan air atau gelombang
laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif. Gangguan impulsif tersebut
terjadi akibat adanya perubahan bentuk dasar laut yang disebabkan oleh perubahan
permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba(Pond and Pickard, 1983) atau
dalam arah horizontal (Tanioka and Satake, 1995).
Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa
bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor
bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat
ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap
terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami
dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan
pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter.
Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di
tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun
ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang
Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan
korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air
maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa
saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa
manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah,
dan air bersih.
Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama
yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah laut. Namun hingga abad ke-20,
pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih
terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami. Geologi, geografi, dan
oseanografi pada masa lalu menyebut tsunami sebagai “gelombang laut seismik”.
Beberapa kondisi meteorologis,
seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai
meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter di atas
gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa
menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa
menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar)
pada Mei 2008.
Wilayah di sekeliling Samudra
Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang
mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah
di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian
Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di
Indonesia. Bukti-bukti historis menunjukkan bahwa megatsunami mungkin saja
terjadi, yang menyebabkan beberapa pulau dapat tenggelam.
B. Penyebab Tsunami
1. Skema terjadinya tsunami
Tsunami dapat terjadi jika terjadinya gangguan yang
menyebabkan perpindahan sejumlah besar air atau ombak raksasa, letusan gunung
api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami
adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami
diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.
Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar
laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan
air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air
laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan
terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut
dimana gelombang terjadi, yang kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per
jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50
km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah
laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun
saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena
terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk
daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter
bahkan bisa beberapa kilometer. Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan
bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana
lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah
longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat
mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang
menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun
secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya
terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari
atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi
megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
2. Penyebab terjadinya tsunami
Ada beberapa penyebab yang
mengakibatkan terjadinya tsunami. Faktor penyebab terjadinya tsunami itu
adalah:
1. Gempa bumi yang berpusat dibawah
laut, Meskipun demikian tidak semua gempa bumi dibawah laut berpotensi
menimbulkan tsunami. Gempa bumi dibawah laut yang dapat menyebabkan terjadinya
tsunami adalah gempa bumi dengan kriteria sebagai berikut:
·
Gempa
bumi yang terjadi di dasar laut.
·
Pusat
gempa kurang dari 30 km dari permukaan laut.
·
Magnitudo
gempa lebih besar dari 6,0 SR
·
Jenis
pensesaran gempa tergolong sesar vertikal (sesar naik atauturun).
2. Letusan gunung berapi, letusan
gunung berapi dapat menyebabkan terjadinya gempa vulkanik. Tsunami besar yang
terjadi padatahun 1883 adalah akibat meletusnya Gunung Krakatau yang berada di
Selat Sunda. Meletusnya Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat pada tanggal
10-11 April 1815 juga memicu terjadinya tsunami yang melanda Jawa Timur dan
Maluku. Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di wilayah ring of fire (sabuk berapi) dunia tentu harus
mewaspadai ancaman ini.
3.
Longsor
bawah laut, longsor bawah laut ini terjadi akibat adanya tabrakan antara
lempeng samudera dan lempeng benua. Proses ini mengakibatkan terjadinya palung
laut dan pegunungan. Tsunami karena longsoran bawah laut ini dikenal dengan
nama tsunamic submarine landslide.
4.
Hambatan
meteor laut, jatuhnya meteor yang berukuran besar di laut juga merupakan
penyebab terjadinya tsunami.
3. Rambatan Tsunami
Kecepatan rambat gelombang tsunami berbeda-beda, tergantung pada kedalaman laut. Di
laut dalam, kecepatan rambat tsunami mencapai 500 – 1000km per jam atau setara
dengan kecepatan pesawat terbang namun ketinggiangelombangnya hanya sekitar 1
meter.Ketika gelombang tsunami ini sudah mendekati pantai, kecepatan
rambatnya hanya sekitar 30 km per jam, namun ketinggian gelombangnya bisa
mencapai puluhan meter. Ini sebabnya banyak orang yang sedang berlayar di
laut dalam tak menyadari adanya tsunami. Mereka baru mengetahui tsunami
telah terjadi ketikatiba di daratan dan menyaksikan kehancuran mengerikan yang
disebabkan olehtsunami.
4. Tanda-tanda akan terjadi
Tsunami
Tanda-tanda akan datangnya tsunami
di daerah pinggir pantai adalah :
1) Air
laut yang surut secara tiba-tiba.
2) Bau
asin yang sangat menyengat.
3)
Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangatkeras.
C. Menghadapi Tsunami
1. Persiapan Menghadapi Tsunami
a.
Mengetahui
pusat informasi bencana, seperti Posko Bencana, Palang Merah Indonesia, Tim
SAR. Kenali areal rumah, sekolah, tempat kerja, atau tempat lain yang beresiko.
Mengetahui wilayah dataran tinggi dan dataran rendah yang beresiko terkena
Tsunami.
b.
Jika
melakukan perjalanan ke wilayah rawan Tsunami, kenali hotel, motel, dan carilah
pusat pengungsian. Adalah penting mengetahui rute jalan keluar yang ditunjuk
setelah peringatan dikeluarkan.
c.
Siapkan
kotak Persediaan Pengungsian dalam suatu tempat yang mudah dibawa (ransel
punggung), di dekat pintu.
d.
Siapkan
peersediaan makanan dan air minum untuk pengungsian.
e.
Siapkan
selalu peralatan P3K lengkap.
f.
Membawa
barang secukupnya saja untuk keperluan pengungsian.
2.
Setelah Terjadi Tsunami
1. Periksa kesediaan makanan. Makanan
apapun yang terkena air mungkin sudah tercemar dan harus dibuang.
2. Memberikan bantuan kepada korban
luka-luka. Berikan bantuan P3K dan panggil bantuan. Jangan pindahkan orang yang
terluka, kecuali yang luka serius.
3. Segera membangun tenda pengungsian
apabila keadaan untuk kembali ke rumah tidak memungkinkan.
4. Pastikan keadaan sudah aman dan
tidak terjadi tsunami susulan sebelum kembali ke rumah.Bila keadaan rumah tidak
memungkinkan untuk ditempati carilah tempat tinggal yang bisa ditempati atau
kembali ke tempat pengungsian.
2. Cara penanggulangan Tsunami
Adapun cara yang dilakukan untuk
penanggulangan bencana tsunami adalah :
1. Melaksanakan evakuasi secara
intensif.
2. Melaksanakan pengelolaan pengungsi.
3. Melakukan terus pencarian orang
hilang, dan pengumpulan jenazah.
4. Membuka dan hidupkan jalur logistik
dan lakukan resuplay serta pendistribusian
logistik yang diperlukan.
logistik yang diperlukan.
5. Membuka dan memulihkan jaringan
komunikasi antar daerah atau kota.
6. Melakukan pembersihan kota yang
hancur dan penuh puing dan lumpur.
7. Menggunakan dana pemerintah untuk
penanggulangan bencana dan gunakan pula dengan
tepat sumbangan dana baik dari dalam maupun luar negeri.
tepat sumbangan dana baik dari dalam maupun luar negeri.
8. Menyambut dengan baik dan libatkan
unsur civil society.
3. Upaya Penyelamatan diri saat
terjadi Tsunami
Sebesar
apapun bahaya tsunami, gelombang ini tidak datang setiap saat. Janganlah
ancaman bencana alam ini mengurangi kenyamanan menikmati pantai dan lautan.
1. Jika berada di sekitar pantai,
terasa ada guncangan gempabumi, air laut dekat pantaisurut secara tiba-tiba
sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yangtinggi
(perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
2. Jika sedang berada di dalam perahu
atau kapal di tengah laut serta mendengar berita daripantai telah terjadi
tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut.
3. Jika gelombang pertama telah datang
dan surut kembali, jangan segera turun ke daerahyang rendah. Biasanya gelombang
berikutnya akan menerjang.
4. Jika gelombang telah benar-benar
mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban. Jika berada di sekitar pantai,
terasa ada guncangan gempabumi, air laut dekat pantaisurut secara tiba-tiba sehingga
dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yangtinggi (perbukitan
atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
5. Jika sedang berada di dalam perahu
atau kapal di tengah laut serta mendengar berita daripantai telah terjadi
tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut.
6. Jika gelombang pertama telah datang
dan surut kembali, jangan segera turun ke daerahyang rendah. Biasanya gelombang
berikutnya akan menerjang.
7. Jika gelombang telah benar-benar
mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.
D. Historis Tsunami
a. 1 November 1755, setelah gempa bumi
kolosal menghancurkan Lisbon, Portugal dan pegunungan di Eropa, orang
menyelamatkan diri dengan menggunakan perahu. Namun Tsunami akhirnya menyusul.
Peristiwa mengerikan secara bersamaan tersebut membunuh lebih dari 60 ribu
orang.
b. 27 Agustus 1883, letusan gunung
Krakatau memicu terjadinya tsunami yang menenggelamkan 36 ribu orang Indonesia
yang berada di pulau Jawa bagian barat dan utara Sumatera. Kekuatan gelombang
mendorong 600 ton blok terumbu karang menuju tepi pantai bersama dengan arus
tsunami yang besar.
c. 15 Juni 1896, gelombang setinggi 30
meter, disebabkan oleh gempa bumi menyapu pantai timur Jepang. Sebanyak 27 ribu
orang menjadi korban.
d. 1 April 1946, tsunami April Fool,
dipicu sebuah gempa yang terjadi di Alaska, membunuh 159 orang, dan kebanyakan
berada di kepulauan Hawaii.
e. 9 Juli 1958, diingat sebagai tsunami
terbesar yang pernah dicatat oleh masa modern, Gempa di Teluk Lituya Alaska
disebabkan oleh tanah longsor yang awalnya dipicu oleh gempa bumi berskala 8,3
skala richter. Gelombang sangat tinggi, tetapi karena wilayah tersebut relatif
terisolasi dan kondisi geologinya unik maka tsunami tidak menyebabkan banyak
kerusakan. Tapi hanya menenggelamkan satu perahu dan membunuh dua orang
f. 22 Mei 1960, salah satu gempa besar
yang tercatat manusia terjadi di Chile sebesar 8,6 skala richter, menciptakan
tsunami yang menerjang pantai Chile dalam waktu kurang dari 15 menit. Gelombang
setinggi 25 meter membunuh 1500 orang di Chile dan Hawaii,menjadi tsunami
yang cukup besar.
g. 27 Maret 1964, dikenal sebagai gempa
bumi Good Friday Alaska, dengan kekuatan sekitar 8,4 skala richter menggulung
dengan kecepatan 400 mil per jam tsunami di Valdez Inlet dengan ketinggian 6,7
meter, membunuh lebih dari 120 orang.Sepuluh orang yang menjadi korban di kota
Crescent, di utara California, yang sempat menyaksikan gelombang setinggi 6,3
meter
h. 23 Agustus 1976, sebuah tsunami di
barat daya Filipina membunuh 8 ribu korban jiwa akibat gempa bumi yang terjadi
30 menit setelah adanya gempa.
i.
17
Juli 1998, sebuah gempa berkekuatan 7,1 skala richter menyebabkan tsunami di
Papua Nugini yang membunuh 2200 orang dengan sangat cepat.
j.
26
Desember 2004, gempa kolosal dengan kekuatan 9,1 dan 9,3 skala richter setinggi
3,5 meter mengguncang Indonesia dan membunuh 230 ribu jiwa, sebagian besar
karena tsunami. Gempa tersebut dinamakan sebagai gempa Sumatera-Andaman dan
tsunami yang terjadi kemudian dikenal sebagai tsunami lautan Hindia. Gelombang
yang terjadi menimpa banyak belahan dunia lain, sejauh hingga Nova Scotia dan
Peru.
k. 2006 – 17 Juli, Gempa yang
menyebabkan tsunami terjadi
di selatan pulau Jawa, Indonesia, dan setinggi maksimum ditemukan 21 meter di Pulau
Nusakambangan. Memakan korban jiwa lebih dari 500 orang. Dan berasal dari
selatan kota Ciamis
m. 2010 – 27 Februari, Santiago, Chili,yang memakan korban jiwa yang tidak sedikit.
n. 2010– http://id.wikipedia.org/wiki/26_Oktober”>26
Oktober,http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Mentawai”>Kepulauan
Mentawai, Indonesia,yang meluluh-lantahkan sebagian besar kepulauan Mentawai
dan memakan banyak korban jiwa.
Tabel
Kejadian Tsunami Yang Signifikan di Indonesia
|
||||
No.
|
Tahun
|
Tempat
|
Magnituda
|
Korban
|
1.
|
1883
|
G.Krakatau
|
-
|
36.000
|
2.
|
1833
|
Sumbar, Bengkulu, Lampung
|
8,8
|
Tak tercatat
|
3.
|
1938
|
Kep. Kai – Banda
|
8,5
|
Tak tercatat
|
4.
|
1967
|
Tinambung
|
-
|
58
|
5.
|
1968
|
Tambu, Sulteng
|
6
|
200
|
6.
|
1977
|
Sumbawa
|
6,1
|
161
|
7.
|
1992
|
Flores
|
6,8
|
2.080
|
8.
|
1994
|
Banyuwangi
|
7,2
|
377
|
9.
|
1996
|
Toli – toli
|
7
|
9
|
10.
|
1996
|
Biak
|
8,2
|
166
|
11.
|
2000
|
Banggai
|
7,3
|
50
|
12.
|
2004
|
Nanggroe Aceh Darussalam
|
9
|
250.000
|
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari uraian makalah di atas dapat
disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Tsunami adalah gelombang laut yang
disebabkan oleh gempa bumi , tanah longsor atau letusan gunung berapi yang
terjadi di laut.
2. Terjadinya Tsunami diakibatkan oleh
adanya gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air meluap ke
daratan, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90%
tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut.
3. Dampak Tsunami sebagian besar
mengakibatkan kerusakan parah dan banyak menelan korban jiwa dan harta benda
sehingga perlu adanya upaya untuk menghadapi tsunami baik dalam keadaan
waspada,persiapan,saat terjadi tsunami dan setelah terjadi tsunami.
B. Saran
Untuk mengantisipasi datangnya
tsunami yang sampai saat ini belum bisa diprediksikan dengan tepat kapan dan
dimana akan terjadi maka dapat dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :
1. Selalu waspada dan memantau dengan
aktif informasi tentang bahaya tsunami dari pihak yang berwenang terhadap
adanya potensi tsunami terutama penduduk yang bermukim didekat pantai.
2. Menentukan tempat-tempat berlindung
yang tinggi dan aman jika terjadi tsunami.
3. Menyediakan persediaan makanan dan
air minum untuk keperluan darurat dan pengungsian.
4. Menyiapkan tas ransel yang berisi
(atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian
seperti perlengkapan P3K atau obat-obatan..
DAFTAR
PUSTAKA
·
http://www.bmg.go.id/mekanisme_tsunami. Diakses 5 Desember 2010
·
http://www.etipsbali.wordpress.com/persiapan_menghadapi_tsunami. Diakses 5
Desember 2010
·
http://www.sayakasihtahu.com/peristiwa_tsunami. Diakses 5 Desember
·
http://www.wikipedia.com/tsunami. Diakses 5 Desember
2010 2010
MAKALAH 2
Minggu, 13 Oktober 2013
( 19 : 31 )
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan yang telah
menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa
pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca
dapat memperluas tentang Ilmu Kealaman Dasar, yang kami sajikan berdasarkan
pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan
berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang
dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan
akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang’TSUNAMI” yang menjelaskan
bagaimana bancana ini terjadi.
Penyusun juga mengucapkan terima
kasih kepada Ibu dosen yang telah membimbing penyusun agar dapat menyelesaikan
makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan
wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan
dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Makassar , November 2010
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Tsunami (bahasa Jepang: 津波;
tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di
pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan
laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa
disebabkan oleh gempa
bumi yang berpusat di bawah laut,
letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau
hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke
segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap
fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan
kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang.
Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju
gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika
mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar
30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan
meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari
bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa
diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran
gelombang tsunami.
Dampak negatif yang diakibatkan
tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan
mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air
asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.
Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang
mengaitkan tsunami dengan gempa bawah lain. Namun hingga abad ke-20,
pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih
terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.
Teks-teks geologi, geografi, dan oseanografi di masa lalu menyebut tsunami
sebagai "gelombang laut seismik".
2. Rumusan masalah
a. Apa
yang dimaksud dengan Tsunami ?
b. Apa
yang menyebabkan Tsunami itu terjadi?
c. Bagaimana
sistem peringatan dini terhadap Tsunami?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Tsunami
Tsunami adalah rangkaian gelombang
laut yang mampu menjalar dengan kecepatan hingga lebih 900 km per jam, terutama
diakibatkan oleh gempabumi yang terjadi di dasar laut.

Kecepatan gelombang tsunami
bergantung pada kedalaman laut. Di laut dengan kedalaman7000 m misalnya,
kecepatannya bisa mencapai 942,9 km/jam. Kecepatan ini hampir sama dengan
kecepatan pesawat jet. Namun demikian tinggi gelombangnya di tengah laut tidak
lebihdari 60 cm. Akibatnya kapal-kapal yang sedang berlayar diatasnya jarang
merasakan adanya tsunami. Berbeda dengan gelombang laut biasa, tsunami
memiliki panjang gelombang antara dua puncaknya lebih dari 100 km di laut lepas
dan selisih waktu antara puncak-puncak gelombangnya berkisar antara 10 menit
hingga 1 jam. Saat mencapai pantai yang dangkal, teluk,atau muara sungai
gelombang ini menurun kecepatannya, namun tinggi gelombangnyameningkat puluhan
meter dan bersifat merusak.
2. Penyebab
Terjadinya Tsunami
Tsunami dapat terjadi jika terjadi
gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi,longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat
gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh
gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.
Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut
naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air
yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air
laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan
terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami
tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya
bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai,
kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak
daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya
beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya
bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai
pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan
jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.
Gerakan vertikal ini dapat terjadi
pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di
daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup
ke bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar
laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang
dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan
bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan
air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda
kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini
cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai
ratusan meter.
Gempa
yang menyebabkan tsunami:
a) Gempa bumi yang berpusat di tengah
laut dan dangkal (0 - 30 km)
b) Gempa bumi dengan kekuatan
sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
c) Gempa bumi dengan pola sesar naik
atau sesar turun.
Contoh
ilustrasi gambar terjadinya Tsunami
3. Sistem
Peringatan Dini
Banyak kota-kota di sekitar Pasifik, terutama di Jepang dan jugaHawaii, mempunyai sistem peringatan tsunami dan prosedur evakuasi untuk menangani kejadian
tsunami. Bencana tsunami dapat diprediksi oleh berbagai institusi seismologi di berbagai penjuru dunia dan
proses terjadinya tsunami dapat dimonitor melalui perangkat yang ada di dasar
atu permukaan laut yang terknoneksi dengansatelit.
Perekam tekanan di dasar laut
bersama-sama denganperangkat yang mengapung di laut buoy,
dapat digunakan untuk mendeteksi gelombang yang tidak dapat dilihat oleh
pengamat manusia pada laut dalam. Sistem sederhana yang pertama kali digunakan
untuk memberikan peringatan awal akan terjadinya tsunami pernah dicoba di Hawai
pada tahun 1920-an. Kemudian, sistem yang lebih canggih dikembangkan lagi
setelah terjadinya tsunami besar pada tanggal 1 April 1946 dan 23 Mei 1960.
Amerika serikat membuat Pasific Tsunami
Warning Center pada
tahun 1949, dan menghubungkannya ke jaringan data dan peringatan internasional
pada tahun 1965.
Salah satu sistem untuk menyediakan
peringatan dini tsunami, CREST Project, dipasang di pantai Barat Amerika
Serikat, Alaska, dan Hawai oleh USGS, NOAA, dan Pacific Northwest Seismograph
Network, serta oleh tiga jaringan seismik universitas.
Hingga kini, ilmu tentang tsunami
sudah cukup berkembang, meskipun proses terjadinya masih banyak yang belum
diketahui dengan pasti.Episenter dari sebuah gempa bawah laut
dan kemungkinan kejadian tsunami dapat cepat dihitung. Pemodelan tsunami yang baik
telah berhasil memperkirakan seberapa besar tinggi gelombang tsunami di daerah
sumber, kecepatan penjalarannya dan waktu sampai di pantai, berapa ketinggian
tsunami di pantai dan seberapa jauh rendaman yang mungkin terjadi di daratan.
Walaupun begitu, karena faktor alamiah, seperti kompleksitas topografi dan
batimetri sekitar pantai dan adanya corak ragam tutupan lahan (baik tumbuhan,
bangunan, dll), perkiraan waktu kedatangan tsunami, ketinggian dan jarak
rendaman tsunami masih belum bisa dimodelkan secara akurat.
Sistem
peringatan dini di indonesia
Pemerintah Indonesia, dengan bantuan
negara-negara donor, telah mengembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami
Indonesia (Indonesian Tsunami Early Warning System - InaTEWS). Sistem ini
berpusat pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta.
Sistem ini memungkinkan BMKG mengirimkan peringatan tsunami jika terjadi gempa
yang berpotensi mengakibatkan tsunami. Sistem yang ada sekarang ini sedang
disempurnakan. Kedepannya, sistem ini akan dapat mengeluarkan 3 tingkat
peringatan, sesuai dengan hasil perhitungan Sistem Pendukung Pengambilan
Keputusan (Decision Support System - DSS).
Pengembangan Sistem Peringatan Dini
Tsunami ini melibatkan banyak pihak, baik instansi pemerintah pusat, pemerintah
daerah, lembaga internasional, lembaga non-pemerintah. Koordinator dari pihak
Indonesia adalah Kementrian Negara Riset dan Teknologi(RISTEK). Sedangkan
instansi yang ditunjuk dan bertanggung jawab untuk mengeluarkan INFO GEMPA dan
PERINGATAN TSUNAMI adalah BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika).
Sistem ini didesain untuk dapat mengeluarkan peringatan tsunami dalam waktu
paling lama 5 menit setelah gempa terjadi.
Sistem Peringatan Dini memiliki 4
komponen: Pengetahuan mengenai Bahaya dan Resiko, Peramalan, Peringatan, dan
Reaksi.Observasi (Monitoring gempa dan permukaan laut), Integrasi dan
Diseminasi Informasi, Kesiapsiagaan.
Cara
Kerja
Sebuah Sistem Peringatan Dini
Tsunami adalah merupakan rangkaian sistem kerja yang rumit dan melibatkan
banyak pihak secara internasional, regional, nasional, daerah dan bermuara di
Masyarakat.
Apabila terjadi suatu Gempa, maka
kejadian tersebut dicatat oleh alat Seismograf (pencatat gempa). Informasi
gempa (kekuatan, lokasi, waktu kejadian) dikirimkan melalui satelit ke BMKG
Jakarta. Selanjutnya BMG akan mengeluarkan INFO GEMPA yang disampaikan melalui
peralatan teknis secara simultan. Data gempa dimasukkan dalam DSS untuk
memperhitungkan apakah gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami. Perhitungan
dilakukan berdasarkan jutaan skenario modelling yang sudah dibuat terlebih
dahulu. Kemudian, BMKG dapat mengeluarkan INFO PERINGATAN TSUNAMI. Data gempa
ini juga akan diintegrasikan dengan data dari peralatan sistem peringatan dini
lainnya (GPS, BUOY, OBU, Tide Gauge) untuk memberikan konfirmasi apakah
gelombang tsunami benar-benar sudah terbentuk. Informasi ini juga diteruskan
oleh BMKG. BMKG menyampaikan info peringatan tsunami melalui beberapa institusi
perantara, yang meliputi (Pemerintah Daerah dan Media). Institusi perantara
inilah yang meneruskan informasi peringatan kepada masyarakat. BMKG juga
menyampaikan info peringatan melalui SMS ke pengguna ponsel yang sudah
terdaftar dalam database BMKG. Cara penyampaian Info Gempa tersebut untuk saat
ini adalah melalui SMS, Facsimile, Telepon, Email, RANET (Radio Internet), FM
RDS (Radio yang mempunyai fasilitas RDS/Radio Data System) dan melalui Website
BMG (www.bmg.go.id).
Pengalaman serta banyak kejadian
dilapangan membuktikan bahwa meskipun banyak peralatan canggih yang digunakan,
tetapi alat yang paling efektif hingga saat ini untuk Sistem Peringatan Dini
Tsunami adalah RADIO. Oleh sebab itu, kepada masyarakat yang tinggal didaerah
rawan Tsunami diminta untuk selalu siaga mempersiapkan RADIO FM untuk
mendengarkan berita peringatan dini Tsunami. Alat lainnya yang juga dikenal
ampuh adalah Radio Komunikasi Antar Penduduk. Organisasi yang mengurusnya
adalah RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Mengapa Radio ? jawabannya
sederhana, karena ketika gempa seringkali mati lampu tidak ada listrik. Radio
dapat beroperasi dengan baterai. Selain itu karena ukurannya kecil, dapat
dibawa-bawa (mobile). Radius komunikasinyapun relatif cukup memadai.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.
Tsunami
adalah rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan
hinggalebih 900 km per jam, terutama diakibatkan oleh gempabumi yang terjadi di
dasar laut.
2.
Tsunami
dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar
air, seperti letusan gunung api, gempa bumi,longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi.
3.
Sistem
peringatan dini adalah suatu system atau alat yang digunakan untukmengirimkan
peringatan tsunami jika terjadi gempa yang berpotensi mengakibatkan tsunami.
Saran
1.
Pembaca
diharapkan mampu memahami pengertian dari Tsunami
2.
Pembaca
diharapkan mampu mengetahui penyebab terjadinya Tsunami
3.
Pembaca
diharapkan mampu memahami sistem peringatan dini terhadap Tsunami
DAFTAR PUSTAKA
·
Iwan,
W.D., editor, 2006, Summary report of the Great Sumatra Earthquakes
and Indian Ocean tsunamis of 26 December 2004 and 28 March 2005: Earthquake Engineering Research Institute, EERI
Publication #2006-06, 11 chapters, 100 page summary, plus CD-ROM with complete
text and supplementary photographs, EERI Report 2006-06. [www.eeri.org] ISBN 1-932884-19-X
·
Dudley,
Walter C. & Lee, Min (1988: 1st edition) Tsunami!ISBN 0-8248-1125-9 link
·
Kenneally,
Christine (December 30 2004). "Surviving the
Tsunami". Slate. link
·
Macey,
Richard (January 1 2005). "The Big Bang that Triggered A
Tragedy", The Sydney Morning Herald, p 11 - quoting Dr Mark Leonard,
seismologist at Geoscience Australia.
·
abelard.org. tsunamis:
tsunamis travel fast but not at infinite speed. Website, retrieved March 29 2005. link
MAKALAH 3
Minggu, 13 Oktober 2013
( 20 : 25 )
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang berkat
rahmat, karunia dan petunjuk-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Bencana Tsunami”.
Pada dasarnya makalah ini kami buat untuk menambah
wawasan kami. Sehingga dapat digunakan sebagai bahan pelengkap dalam kegiatan
belajar mengajar.
Kami menyadari bahwa dalam proses pembuatan makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun
demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang
dimiliki sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Kami dengan rendah hati dan
dengan tangan terbuka menerima masukan, saran maupun kritikan guna
penyempurnaan makalah ini.
Indonesia, Sepetember 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar IsiI. Pengertian Tsunami
II. Faktor Penyebab Tsunami
III. Tanda-Tanda Bencana Tsunami
IV. Dampak Bencana Tsunami
V. Cara Menanggulangi Bencana Tsunami
VI. Tsunami Dalam Sejarah
Penutup
I. PENGERTIAN TSUNAMI
Tsunami (bahasa Jepang: tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan"). Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai,kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang tsunami bisa mencapai puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan karena tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
Tsunami (bahasa Jepang: tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan"). Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai,kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang tsunami bisa mencapai puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan karena tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
2.
FAKTOR PENYEBAB TSUNAMI
Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.
Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.
Gerakan
vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara
tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya.
Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di
pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Kecepatan
gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi,
dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami
mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya
sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang
tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai
tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa
air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis
pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa
kilometer. Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar.
Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera
menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah
longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat
mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang
menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun
secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya
terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari
atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi
megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter. Gempa yang menyebabkan
tsunami:
1. Gempa bumi yang berpusat di tengah laut
dan dangkal (0 - 30 km)
2. Gempa bumi dengan kekuatan
sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
3. Gempa bumi dengan pola sesar naik atau
sesar turun
3.
TANDA-TANDA BENCANA TSUNAMI
1. Diawali adanya gempa bumi. Bila Anda tinggal di dekat pantai, sebaiknya berhati-hati bila terjadi gempa bumi. Tsunami biasanya terjadi karena adanya gempa bumi yang terjadi di bawah atau di dekat laut. Tidak hanya gempa yang terjadi di daerah Anda, tetapi juga di seluruh dunia. Gempa ribuan kilometer jauhnya dapat menyebabkan potensi tsunami yang mematikan.
2. Dengarkan suara-suara gemuruh. Banyak korban tsunami telah mengatakan bahwa datangnya gelombang tsunami diawali dengan suara gemuruh yang keras mirip dengan kereta barang.
1. Diawali adanya gempa bumi. Bila Anda tinggal di dekat pantai, sebaiknya berhati-hati bila terjadi gempa bumi. Tsunami biasanya terjadi karena adanya gempa bumi yang terjadi di bawah atau di dekat laut. Tidak hanya gempa yang terjadi di daerah Anda, tetapi juga di seluruh dunia. Gempa ribuan kilometer jauhnya dapat menyebabkan potensi tsunami yang mematikan.
2. Dengarkan suara-suara gemuruh. Banyak korban tsunami telah mengatakan bahwa datangnya gelombang tsunami diawali dengan suara gemuruh yang keras mirip dengan kereta barang.
3. Perhatikan penurunan air
laut. Jika ada penurunan air laut yang cepat dan bukan merupakan waktu air laut
surut, maka segeralah mencari tempat perlindungan yang tinggi. Sebelum terjadi
gelombang tsunami, air laut akan terlebih dahulu surut dengan cepat dan
kemudian kembali dengan kekuatan yang sangat besar.
4. Selalu waspada pada
gelombang pertama. Gelombang tsunami pertama tidak selalu yang paling
berbahaya, sehingga tetap mendekatkan diri dari garis pantai sampai keadaaan benar-benar
aman. Jangan berasumsi bahwa karena tsunami kecil di satu tempat maka akan
kecil juga pada daerah yang lain. Ukuran gelombang tsunami bervariasi dan tidak
sama di semua lokasi. Gelombang tsunami juga bisa melakukan perjalanan melalui
sungai-sungai yang terhubung ke laut. Selain tanda-tanda tersebut, alam
juga bisa memberi tanda sebelum terjadinya bencana, seperti gerakan angin yang
tidak biasa, tekanan udara atau cuaca yang ekstrem dan perilaku hewan yang
berubah. Sebagai contoh prilaku hewan yang berubah yaitu: beberapa kelelawar,
yang aktif di malam hari dan biasanya tidur di siang hari, menjadi sangat aktif
setengah jam sebelum gelombang tsunami datang.
Di Sri Lanka dan Thailand
ada sebuah cerita tentang gajah-gajah berlari ke bukit satu jam sebelum tsunami
tahun 2004 yang menghancurkan desa dan membunuh hingga 150.000 orang di kedua
negara itu.
4.
DAMPAK BENCANA TSUNAMI
1. Banjir dan gelombang pasang.
2. Kerusakan pada berbagai bentuk infrastruktur
3. Pencemaran air besih.
4. Korban jiwa dan ancaman kemanusiaan.
1. Banjir dan gelombang pasang.
2. Kerusakan pada berbagai bentuk infrastruktur
3. Pencemaran air besih.
4. Korban jiwa dan ancaman kemanusiaan.
5. Mewabahnya virus dan bakteri penyakit.
5.
CARA MENANGGULANGI BENCANA TSUNAMI
Jika tsunami datang:
Jika tsunami datang:
1. Jangan panic
2. Jangan menjadikan gelombang tsunami
sebagai tontonan. Apabila gelombang tsunami dapat dilihat, berarti kita berada di kawasan yang
berbahaya
3. Jika air laut surut dari batas normal, tsunami mungkin
terjadi
4. Bergeraklah dengan cepat ke tempat yang
lebih tinggi ajaklah keluarga dan orang disekitar turut serta. Tetaplah di
tempat yang aman sampai air laut benar-benar surut.Jika Anda sedang berada di
pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari sekuat-kuatnya ke tempat yang
lebih tinggi. Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukityang terdekat
5. Jika situasi memungkinkan, pergilah ke tempat evakuasi
yang sudah ditentukan
6. Jika situasi tidak memungkinkan untuk
melakukan tindakan seperti di atas, carilahbangunan bertingkat yang bertulang
baja (ferroconcrete building), gunakan tanggadarurat untuk sampai ke lantai
yang paling atas (sedikitnya sampai ke lantai 3)
7. Jika situasi memungkinkan, pakai jaket
hujan dan pastikan tangan anda bebas dan tidak membawa apa-apa
Sesudah
tsunami
1.Ketika kembali ke rumah, jangan lupa
memeriksa kerabat satu-persatu
2. Jangan memasuki wilayah yang rusak, kecuali setelah dinyatakan aman
3. Hindari instalasi listrik
4. Datangi posko bencana, untuk mendapatkan informasi Jalinlah komunikasi dan kerja sama degan warga sekitar.
2. Jangan memasuki wilayah yang rusak, kecuali setelah dinyatakan aman
3. Hindari instalasi listrik
4. Datangi posko bencana, untuk mendapatkan informasi Jalinlah komunikasi dan kerja sama degan warga sekitar.
6.
TSUNAMI DALAM SEJARAH
1) 1 November 1755 - Tsunami menghancurkan Lisboa, ibu kota Portugal, dan menelan 60.000 korban jiwa
2) 1883 - Pada tanggal 26 Agustus, letusan gunung Krakatau dan tsunami menewaskan lebih dari 36.000 jiwa
3) 2004 - Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa besar yang menimbulkan tsunami menelan korban jiwa lebih dari 250.000 di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika. Ketinggian tsunami 35 m
4) 2006 - 17 Juli, Gempa yang menyebabkan tsunami terjadi di selatan pulau Jawa, Indonesia, dan setinggi maksimum ditemukan 21 meter di Pulau Nusakambangan. Memakan korban jiwa lebih dari 500 orang. Dan berasal dari selatan kota Ciamis
1) 1 November 1755 - Tsunami menghancurkan Lisboa, ibu kota Portugal, dan menelan 60.000 korban jiwa
2) 1883 - Pada tanggal 26 Agustus, letusan gunung Krakatau dan tsunami menewaskan lebih dari 36.000 jiwa
3) 2004 - Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa besar yang menimbulkan tsunami menelan korban jiwa lebih dari 250.000 di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika. Ketinggian tsunami 35 m
4) 2006 - 17 Juli, Gempa yang menyebabkan tsunami terjadi di selatan pulau Jawa, Indonesia, dan setinggi maksimum ditemukan 21 meter di Pulau Nusakambangan. Memakan korban jiwa lebih dari 500 orang. Dan berasal dari selatan kota Ciamis
5) 2007 - 12 September, Bengkulu, Memakan
korban jiwa 3 orang. Ketinggian tsunami 3-4 m.
6) 2010 - 27 Februari, Santiago, Chili
7) 2010 - 26 Oktober, Kepulauan Mentawai, Indonesia
7) 2010 - 26 Oktober, Kepulauan Mentawai, Indonesia
8) 2011 - 11 Maret, Sendai, Jepang
PENUTUP
Simpulan
Simpulan
Tsunami
adalah salah satu bencana alam yang memang menakutkan. Dampak yang ditimbulkan
dari tsunami juga sangat bersifat merusak dan menghancurkan. Maka dari itu,
kita patut lebih mempelajari tentang bencana alam disekitar kita. Dengan
mempelajari, kita bisa mengetahui bagaimana tanda-tanda bencana seperti tsunami
itu akan terjadi dan akan lebih siap saat menghadapi terjadinya hal yang tidak
di inginkan. Namun kami lebih menghimbau, agar kita semua lebih mendekatkan
diri kepada Tuhan YME. Karena Dia-lah penguasa seluruh jagat raya ini. Atas
kehendak-Nya juga seluruh bencana di alam semesta ini dapat terjadi, termasuk
bencana tsunami.
EVALUASI
Tsunami adalah ombak yang sangat
besar yang menyapu daratan akibat adanya gempa bumi di laut, tumbukan benda
besar/cepat di laut,dan lain sebagainya. Gerakan pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut
naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air
yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air
laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan
terjadinya tsunami.
Tsunami sangat berbahaya karena bisa
menyapu bersih pemukiman warga dan menyeret segala isinya ke laut lepas yang
dalam. Tsunami yang besar bisa membunuh banyak manusia dan makhluk hidup yang
terkena dampak tsunami. Proses terjadinya tsunami dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1. Gempa bawah laut merenggutkan massa besar air laut dalam
satu hentakan kuat.
2. Gelombang balik air menerjang dengan kecepatan hingga 800
Km/jam
3. Mendekati pantai, gelombang melambat namun mendesak ke
atas.
4. Gelombang menghempas ke daratan dan menghancurkan apapun
di belakang pantai
Tsunami juga menyebabkan berbagai
dampak bagi lingkungan ataupun manusia. Berikut ini adalah beberapa dampak-dampak
dari tsunami, yaitu:
1. Kota menjadi porak-poranda
2. Banyak orang yang meninggal(menelan
banyak korban)
3. Timbulnya berbagai macam penyakit
4. Pohon-pohon dan lingkungan rusak
5. Banyaknya uang negara atau biaya
yang harus dikeluarkan pemerintah untuk mengganti kerugian yang diakibatkan
dari tsunami.
Tsunami
merupakan salah satu bencana yang disebabkan oleh alam sendiri dan bukan akibat
dari kerusakan yang disebabkan oleh manusia. Tapi, tsunami juga harus bias
ditanggulangi dengan cara sebagai berikut :
1.
Peringatan
Dini Tsunami
Peringatan dini Tsunami diperlukan
untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan evakuasi sebelum Tsunami datang,
karena selang waktu antara gempa bumi dan Tsunami sangat singkat maka kecepatan
informasi peringatan dini sangat penting. Peringatan Tsunami diberikan sebelum
kejadian supaya masyarakat segera melakukan evakuasi.
2.Merelokasi Penduduk yang terancam
bahaya Tsunami
Relokasi
penduduk , misalnya pemindahan desa-desa yang terancam bahaya tsunami . cara
ini juga dapat meminimalisir banyaknya korban atau kerugian akibat bencana
tsunami.
3. Membuat alat pendeteksi Tsunami
Seperti yang telah diciptakan di
Jepang, alat pendeteksi tsunami di sebar di beberapa sudut kota yang dekat
dengan laut atau yang berkemungkinan terkena bahaya tsunami. Alat pendeteksi
tsunami berupa alarm yang diberi radar pendeteksi gempa bumi bawah laut. Alarm
peringatan akan mendeteksi gempa yang berpeeluang dapat menimbulkan bencana
tsunami. Sehingga penduduk bias dengan sigap mengevakuasi.
4.
Membentuk tim
penanganan bencana Tsunami
Pembentukan tim ini bertujuan untuk
meneliti tentang bencana Tsunami, sehingga dapat ditemukan solusi untuk
mengurangi dampak buruk dari bencana Tsunami.
Selain itu tim
penanggulangan ini juga akan memberikan informasi tentang peringatan terjadinya
bencana Tsunami.
5.
Pada
saat terjadi Tsunami, jika kamu sedang berada di pinggir laut atau dekat
sungai, segera berlari sekuat-kuatnya ke tempat yang lebih tinggi. Jika
memungkinkan, berlarilah menuju bukit yang terdekat, ke tempat evakuasi yang
didirikan penduduk atau pemerintah atau carilah bangunan bertingkat.
Kesimpulan
Tsunami
merupakan salah satu bencana yang disebabkan oleh alam, yaitu karena danya
gempa diwah laut , atau pergerakan kerak bumi yang dapat mebuat air laut surut
lalu menimbulkan ombak besar yang bias memporak porandakan lingkungan
disekitarnya. Oleh karena itu diperlukan cara penanggulangan dan antisipasi
terhadap bencana tsunami.
